Salatiga, 24 Oktober 2026 – UKM Pagar Nusa UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan UKM Bela Diri UIN Salatiga dalam kegiatan Sparing Partner yang berlangsung di Kampus 1 UIN Salatiga, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang uji tanding antaratlet, tetapi juga ruang evaluasi silang untuk melihat perkembangan kemampuan, mengidentifikasi kekurangan, serta memperkaya pengalaman pembinaan pencak silat di masing-masing organisasi.
Kegiatan yang dimulai setelah waktu Ashar ini diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Umum UKM Pagar Nusa UIN Walisongo, Kang Fadhil, serta Ketua UKM Bela Diri UIN Salatiga, Mbak Nadiya. Dalam pelaksanaannya, Mbak Nala selaku penanggung jawab program kerja turut mengoordinasikan rangkaian kegiatan agar berjalan dengan baik.
Sebelum memasuki sesi pertandingan, para atlet mengikuti pemanasan bersama yang dilanjutkan dengan latihan teknik tendangan sebagai persiapan fisik dan teknis. Selanjutnya, kegiatan memasuki sesi inti, yakni sparing antaratlet dari kedua organisasi. Setiap pertandingan berlangsung selama dua babak dengan durasi masing-masing dua menit. Melalui sesi ini, para atlet memperoleh kesempatan untuk menguji penguasaan teknik, ketepatan strategi, kecepatan respons, serta kesiapan mental ketika berhadapan dengan lawan dari lingkungan latihan yang berbeda.
Menariknya, kegiatan tidak berhenti setelah sesi uji tanding selesai. Para peserta kemudian mengikuti sharing session bersama pelatih dari UKM Bela Diri UIN Salatiga. Sesi ini menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai materi latihan, teknik pencak silat, metode pembinaan, hingga berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas atlet.
Bagi kedua organisasi, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling bercermin. Atlet tidak hanya melihat kemampuan lawan, tetapi juga dapat mengenali aspek yang masih perlu diperbaiki dari kemampuan dirinya sendiri. Begitu pula bagi masing-masing organisasi, kegiatan ini memberikan gambaran mengenai perkembangan atlet sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap proses latihan dan pembinaan yang selama ini dijalankan.
Dengan demikian, Sparing Partner memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran bersama melalui pengalaman langsung di lapangan, ketika perbedaan teknik, strategi, dan pola latihan dapat menjadi bahan refleksi untuk berkembang. Harapannya, hasil dari pertemuan ini dapat diterapkan dalam proses latihan masing-masing sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas atlet secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penutupan dan salam perpisahan. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari ruang-ruang kolaborasi berikutnya yang tidak hanya mempertemukan para pesilat, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan berkembang bersama.
