SEMARANG, pagarnusauinws.or.id – Muhammad Anang Adib Karim, Koordinator Divisi Keagamaan, adalah seseorang yang memiliki prinsip kuat dalam menjalani latihan pencak silat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Tujuan dan prinsip untuk terus menempa diri dalam sebuah tempaan yang tepat telah menjadi motivasi utama Anang ketika pertama kali memulai latihan. Bagi Anang, setiap proses latihan adalah langkah menuju pencapaian tujuan yang lebih besar.
Berlatih pencak silat bukan hanya soal menguasai gerakan atau teknik, melainkan juga tentang menempa diri dengan prinsip dan tujuan yang kuat. Anang memiliki cara yang efektif dalam mengatur waktu antara latihan dan kegiatan lainnya. Menurutnya, kunci utama untuk tetap konsisten dalam latihan adalah memiliki prinsip yang jelas dan tujuan yang terarah. Sejak awal, Ia memutuskan untuk terus menempa diri dalam tempaan yang tepat, yang membuatnya tetap teguh pada jalan ini.
Mengatur waktu antara latihan dan kegiatan lain memang tidak mudah, tapi perencanaan yang matang dan disiplin waktu sangat membantu. Anang selalu berusaha menyusun jadwal yang realistis dan disiplin dalam mengikutinya. Selain itu, Ia memiliki rutinitas yang menjadi bagian penting dari kesehariannya, yaitu berolahraga sebelum dan setelah sholat. Kebiasaan ini membantu dia untuk tetap bugar dan disiplin.
Tidak dapat dipungkiri, rasa malas dan kelelahan sering kali datang menghampiri. Namun, saat hal itu terjadi, Anang selalu kembali mengingat tujuannya berada di sini dan tanggung jawab yang telah Ia terima sejak awal. Hal ini menjadi pendorong kuat yang membuat Anang bangkit kembali.
Peran pelatih atau mentor juga sangat penting dalam menjaga konsistensi latihan. Mereka bukan hanya sekadar pengajar, tetapi juga model dan teladan yang bisa saya pandang secara langsung. Dengan bimbingan mereka, Anang merasa memiliki arah yang jelas dan dukungan moral yang kuat.
Bagi Anang, penting untuk memiliki target jangka pendek dan jangka panjang yang bisa membantunya tetap termotivasi. Untuk jangka pendek, Ia fokus pada peningkatan skill demi skill yang ditargetkan. Sementara itu, untuk jangka panjang, Ia berharap apa yang dipelajari hari ini bisa memberi manfaat bagi banyak orang.
Cedera atau kelelahan fisik tidak bisa dihindari dalam latihan. Namun, Anang mengatasinya dengan mengubah mindset. Anang tidak melihat cedera sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar yang harus dihadapi.
Dukungan dari teman dan keluarga juga sangat berperan dalam menjaga semangat latihan. Ketika mereka mendukung, semangat Anang semakin membara. Senyum dan dukungan mereka menjadi suntikan motivasi yang luar biasa.
Bagi para pemula yang ingin memulai pencak silat, tetapi merasa sulit untuk tetap konsisten, Anang memberikan saran untuk mencari informasi yang cukup sebelum memutuskan untuk bergabung. Setelah yakin, tanamkan niat yang benar dan tekad yang bulat. Jika niat Anda setengah-setengah, lebih baik mundur saja. Konsistensi hanya bisa dijaga oleh mereka yang memiliki niat dan tekad yang kuat.
Terakhir, saat jenuh atau bosan dengan rutinitas latihan, Anang memilih untuk tetap latihan meski sambil mengeluh. Terkadang, kejenuhan itu akan hilang dengan sendirinya ketika semangat untuk mencapai tujuan kembali muncul. Latihan yang konsisten dan disiplin adalah kunci untuk meraih kesuksesan dalam pencak silat.
