Pagar Nusa UIN Walisongo – Komunitas Pagar Nusa Universitas Islam Negeri Walisongo terbentuk pada tahun 2016 di Semarang. Rektor UIN Walisongo mengesahkan pembentukan Pagar Nusa di kampus menjadi organisasi BP-UKM (Badan Persiapan Unit Kegiatan Mahasiswa) melalui surat keputusan rektor yang ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2021.
Secara historis awal terbentuknya komunitas ini beranggotakan mahasiswa aktif UIN Walisongo Semarang. Bentuk kegiatan dari komunitas ini yaitu; latihan rutin, dziba’an, tahlil, ziarah walisongo, sowan kiai dan silaturahmi sesama anggota Pagar Nusa. Semua aktivitas yang ada tidak lepas dari tradisi dan amalan yang ada di NU (Nahdlatul Ulama’).
Komunitas Pagar Nusa UIN Walisongo dibentuk sebagai wadah untuk menjalin silaturrahmi dan tempat pembinaan mahasiswa melalui latihan pencak silat Pagar Nusa. Dinyatakan komunitas karena secara resmi Pagar Nusa UIN Walisongo belum diakui keberadaannya di universitas tersebut.
Seiring berjalannya waktu, komunitas ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Antusias mahasiswa untuk bergabung dan berproses di komunitas menjadi bukti nyata berkembangnya pencak silat Pagar Nusa UIN Walisongo Semarang. Tidak mudah bagi komunitas ini untuk berkembang menjadi sebuah organisasi di UIN Walisongo.
Dalam jangka waktu yang singkat Pagar Nusa mampu mengikuti proses perkembangan zaman dan mencetak atlet-atlet yang profesional serta berprestasi di bidangnya. Sistem dan tata cara pelatihan komunitas ini juga tetap mempertahankan budaya dan ajaran secara kultur yang ada didalamnya.
Awal pembentukan hingga sekarang atlet-atlet Pagar Nusa UIN sering mengikuti perlombaan dari tingkatan lokal hingga nasional, namun tidak membawa nama UIN Walisongo Semarang karena belum memiliki legalitas secara resmi. Banyak atlet Pagar Nusa yang mengikuti perlombaan mewakili nama lembaga, kontingen dan bukan nama UIN Walisongo Semarang, hingga tumbuh rasa keprihatinan terhadap eksistensi komunitas tersebut.
Karena sebagian besar pesilat dalam komunitas tersebut adalah mahasiswa UIN Walisongo, maka muncul pemikiran dan saran dari beberapa pembina Pagar Nusa untuk menjadikan komunitas ini sebagai sebuah unit kegiatan mahasiswa di kampus agar dapat mengharumkan nama universitas tersebut.
Kang Ilham Wahyudi Suryanullah, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum merupakan inisiator masuknya Pagar Nusa di lingkungan UIN Walisongo. Langkah awal yang dilakukan yakni berkonsultasi dengan pengurus Cabang Pagar Nusa Kota Semarang terkait pengajuan menjadi UKM pada 8 September 2020, kemudian silaturahmi ke ndalem Bapak Rektor Prof. Dr. Imam Taufik, M.Ag pada hari berikutnya.
Hasil dari silaturrahmmi tersebut beliau menyetujui Pagar Nusa untuk mempromosikan dan mengajukan diri sebagai UKM di kampus agar menjadi wadah untuk kegiatan pengembangan minat bakat bagi mahasiswa yang berprestasi serta dapat mengharumkan nama kampus UIN Walisongo.
Beliau menyarankan untuk segera manjalin komunikasi dengan DEMA dan SEMA Universitas yang mempunyai wewenang terkait pengajuan UKM dan mengingatkan untuk segera mempersiapkan seluruh persyaratan sesuai dengan aturan dan prosedur.
Berbagai cara dilakukan dan mulai mendiskusikan hal tersebut, hingga pada tanggal 14 Desember 2020 kang Siddiky Ican Wijaya dan kang Jajang Jalaludin mendapatkan mandat mewakili komunitas untuk mengirim dan menyerahkan proposal pengajuan kepada pihak birokrasi kampus UIN Walisongo Semarang.
Dengan banyak bantuan serta support dari berbagai macam pihak, komunitas Pagar Nusa resmi menjadi BP-UKM Pagar Nusa UIN Walisongo Semarang.
