Transformasi Kepemimpinan: Paradigma, Soft Skill, dan Manajemen Organisasi

Semarang, pagarnusauinws.or.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan acara Seminar Latihan Dasar Kepemimpinan dengan tema “Membangun Semangat Berkepemimpinan, Berintegritas, dan Berkualitas” di Aula Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, …

Dokumentasi pemateri 2
Dokumentasi pemateri 2

Semarang, pagarnusauinws.or.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan acara Seminar Latihan Dasar Kepemimpinan dengan tema “Membangun Semangat Berkepemimpinan, Berintegritas, dan Berkualitas” di Aula Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Tugurejo. Seminar ini menghadirkan Fadli Eko Apriliyanto sebagai pemateri 2. Jum’at (05/05/24).

Eko menjelaskan bahwa paradigma merupakan proses yang terus berkembang dari awal terbentuknya hingga saat ini.

“Paradigma merupakan proses yang berkembang dari awal terbentuknya hingga saat ini,” katanya.

Lanjut, ia juga menyatakan bahwa teori-teori yang diajarkan di kampus seringkali hanya menggambarkan kebenaran ideal, tetapi ketika diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

“Teori-teori yang diajarkan di kampus seringkali hanya menggambarkan kebenaran ideal, tetapi ketika diaplikasikan dalam kehidupan nyata, seringkali tidak relevan. Ijazah seringkali dianggap hanya sebagai syarat formal tanpa mencerminkan kemampuan sesungguhnya,” ungkapnya.

Eko juga menyampaikan bahwa kebutuhan soft skill di dunia pekerjaan lebih besar daripada hard skill.

“Di dalam organisasi ada pelatihan soft skill, sedangkan di perkuliahan tidak. Realitanya di dunia pekerjaan lebih membutuhkan soft skill daripada hard skill,” ucapnya.

Selanjutnya, Eko juga menjelaskan bahwa soft skill dapat membantu seseorang meyakinkan atasan dan lebih bermanfaat daripada hard skill.

“Faktanya, soft skill dapat membantu seseorang meyakinkan atasan dan lebih bermanfaat daripada hard skill,” katanya.

Menurut Eko, keterampilan berbicara secara efektif merupakan aspek yang sangat penting.

“Keterampilan berbicara secara efektif merupakan aspek yang sangat penting, karena kemampuan berbicara yang baik dapat memajukan sebuah organisasi,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam konteks organisasi, penting untuk tidak terlalu terpengaruh oleh kritik (baper).

“Dalam organisasi, penting untuk tidak terlalu sensitif terhadap kritik (baper) karena hal tersebut dapat mengganggu stabilitas. Jika ada kesalahan, relakan untuk menerima koreksi,” katanya.

Terakhir, Eko mengatakan bahwa terdapat kebutuhan untuk menerapkan sistem reward and punishment secara adil.

“Sistem reward and punishment harus diterapkan secara adil untuk menciptakan rasa keadilan bagi semua anggota. Sebagai contoh, pemberian makanan sebagai reward dapat dibagikan secara merata kepada seluruh tim,” pungkasnya. 

Tinggalkan komentar