pagarnusauinws.or.id – Menghadapi siswa yang bandel saat latihan pencak silat merupakan tantangan tersendiri. Dalam mengelola hal tersebut, Pengurus UKM Pagar Nusa menerapkan beberapa metode, mulai dari pendekatan disiplin hingga konsekuensi yang bertujuan memberikan efek jera.
Salah satu pendekatan utama adalah membangun kedekatan dengan siswa melalui komunikasi yang efektif. Pengurus berusaha membuat mereka lebih disiplin secara bertahap, dan bila perlu, menerapkan konsekuensi yang sesuai untuk menjaga kedisiplinan mereka di masa depan.
Tantangan Terbesar dalam Mengelola Siswa Bandel
Menurut Ghufron, tantangan terbesar dalam mengelola siswa bandel adalah mengubah perilaku yang sudah tertanam kuat dalam diri mereka. Setiap siswa memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda, sehingga pendekatan yang diperlukan pun bervariasi. Mengatasi hambatan karakter ini membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat agar perubahan perilaku dapat terjadi secara efektif.
Menerapkan Pendekatan Disiplin dalam Latihan
Pendekatan disiplin dalam latihan Pagar Nusa bukan hanya tentang ketertiban fisik, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan moral. Ghufron menjelaskan bahwa dalam latihan, para siswa didorong untuk menjadi pesilat yang taat dalam beragama dan memiliki adab serta akhlak yang baik.
Pagar Nusa tidak hanya dilihat sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai bentuk khidmah terhadap agama dan Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.
Metode Khusus untuk Meningkatkan Disiplin Siswa
Di Pagar Nusa, metode khusus yang digunakan untuk membangun disiplin mencakup pemberian efek jera secara bijak, serta membangun kesadaran siswa akan tanggung jawab mereka dalam latihan.
Ghufron menjelaskan bahwa menanamkan nilai-nilai luhur seperti kesabaran, disiplin, dan rasa hormat adalah kunci untuk membentuk karakter siswa. Tradisi dan budaya yang diajarkan dalam Pagar Nusa juga menjadi motivasi bagi siswa untuk mengembangkan diri, baik di dalam maupun di luar latihan.
Membangun Hubungan yang Baik dengan Siswa Bandel
Untuk siswa yang cenderung bandel, pendekatan yang positif sangat penting. Ghufron percaya bahwa memberikan motivasi dan umpan balik yang konstruktif, seperti pujian atas usaha mereka, dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik. Hubungan ini memudahkan para pelatih untuk membimbing siswa dalam menghadapi tantangan dalam latihan.
Pengalaman Menghadapi Siswa yang Sulit Diatur
Dalam pengalamannya, Ghufron sering menemui siswa yang terlambat datang, kurang fokus saat latihan, atau mudah menyerah di tengah-tengah latihan. Tantangan ini disikapi dengan pendekatan yang sabar dan strategi disiplin yang konsisten. Dengan pengalaman ini, Ghufron terus berupaya menciptakan lingkungan latihan yang tidak hanya mengajarkan pencak silat, tetapi juga membentuk karakter kuat dalam diri setiap siswa.
Melalui pendekatan disiplin dan penanaman nilai-nilai luhur, Pagar Nusa bukan hanya menjadi tempat untuk belajar bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembinaan moral bagi para pesilat muda.
Sumber:
Wawancara pribadi via WhatsApp pada 24 Oktober 2024 dengan Ghufron, Koordinator Divisi Kepelatihan UKM Pagar Nusa periode 2023/2024

Nahh contoh efek jera yang diterapkan itu seperti apa,
Yang bener” Memberi efek jera dan bisa membuat sadar untuk disiplin kedepannya,
Melihat anak” Sekarang terkadang berbanding terbalik dengan pelatihnya,
Pelatih’nya memberi konskuensi agar bisa disiplin, eh dalam fikiran anak malah merasa di kerasi, bukannya jadi disiplin malah tambah malas berlatih.
Jadi bagaimana cara mendisiplinkan siswa yang seperti itu?
Terimakasih, salam satu komando🔱